MTs-SA Riyadlul Jannah

Alamat :Jln Bedeng-Tamiang Kp.tengger jaya Ds.kemuning Kec.Kresek-Tangerang

Waktu

Kalender MTs-SA RJ

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

KTSP

Oleh Admin 17-03-2012 17:40:31

BAB I  
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang   
Merujuk pada penyelenggaraan pendidikan yang berbasis Manajemen Sekolah (MBS) Tentunya, suatu lembaga harus memiliki kurikulum sebagai acuan penyelenggaraan pendidikan. MTs-Satu Atap Riyadlul Jannah adalah madrasah yang baru berdiri dengan kondisi Pesantren Salapiyah yang sudah lama berdiri dari tahun 1992 sampai sekarang tentunya dengan komitmen penyelenggaraan pendidikan dipondok pesantren kami dapat terencana secara sistematis terperogram sehingga membutuhkan Kurikulum yang dianggap modal utama agar terealisasinya penyelengaraan pendidikan yang baik. Karena kemajuan pendidikan yang sangat kompetitif sekarang ini menjadi modal dasar bagi kami  untuk maju, sehingga ada keluasan yang dimiliki oleh lembaga/sekolah/madrasah untuk melakukan penataan penyelenggaran pendidikan guna menumbuhkembangkan madrasah serta menjadi acuan terhadap Sekolah/madrasah.
Orientasi Kurikulum KTSP, yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan pendidikan MTs-SA Riyadlul Jannah adalah meliputi 8 Standar Pendidikan Naional yaitu, Standar Isi, Standar Proses, Sarana dan Prasarana, Tenaga Kependidikan, Kompetensi Lulusan, Pengelolaan, Pembiayaan dan penilaian pendidikan.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun antara lain agar mampu menciptakan peserta didik/Santri yang memiliki intelektualitas tinggi serta berahlakulkarimah, dan dapat bersaing secara kompetitif melalui Proses Belajar Mengajar dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan Undang-undang no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bahwasanya setiap satuan pendidikan di haruskan mempunyai KTSP yang mengacu pada KTSP tingkat Nasional yang disesuiakan dengan kondisi real di lingkungan Madrasah .
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :
(a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Allah S.W.T,
(b) belajar untuk memahami dan menghayati,
(c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
(d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
(e)    belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Komponen KTSP terdiri dari:
(a)    Tujuan Pendidikan Sekolah
(b)    Struktur dan Muatan Kurikulum
(c)    Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SK,KD)
(d)    Kalender Pendidikan
(e)    Silabus
(f)    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

B.    Landasan Hukum
1.    Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
2.    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
3.    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi
4.    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan
5.    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Permen Nomor 22 dan 23

C.    Tujuan Pengembanagn Krikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai perwujudan  dari kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah di bawah koordinasi dan supervisi Departemen Agama, berpedoman pada strandar isi dan standar kompetensi lulusan serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP.
Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  khusus dikordinasi dan disupervisi oleh Departemen Agama provinsi, dan berpedoman pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP (UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 38 ayat 2).
Di dalam pengembangan dalam pembuatan KTSP di Madrasah MTs-SA Riyadlul Jannah  mempunyai tujuan  di antaranya adalah :
1.    Mengembangkan profesionalisme guru di dalam pelaksanaan Kegiatan Belajar  Mengajar (KBM) di sekolah.
2.    Peningkatan iman dan taqwa terhadap tuhan yang maha esa dengan melaksanakan  solat berjama’ah sebelum pulang sekolah
3.    Peningkatan akhlak mulia dan mempunyai budi pekerti yang luhur khususnya terhadap guru dan orang tua
4.    Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik
5.    Keragaman potensi daerah dan lingkungan
6.    Tuntutan dunia kerja
7.    Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi,seni, dan agama
8.    Dinamika perkembangan Global
9.    Persatuan Nasional dan nilai-nilai Kebangsaan

D.    Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) MTs-SA Riyadlul Jannah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi serta  panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut.
1.    Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan  lingkungannya
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.

2.    Beragam dan terpadu
    Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
3.    Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,  teknologi, dan seni
    Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
4.    Relevan dengan  kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan   melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan  kemasyarakatan, dunia usaha dan  dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi,  keterampilan  berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
5.    Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.
6.    Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

7.    Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

E.     Penjelasan / Pengertian Istilah
Adapun istilah yang ada di dalam KTSP ini antara lain adalah sebagai berikut :
1)    Kurikulum adalah seperangkat  rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut.
2)    Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
3)    Muatan lokal merupakan kegiatan Ekstra kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.
4)    Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.
5)    Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu
6)    Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
7)    Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.
8)    Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.
9)    Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 


BAB II
TUJUAN PEDIDIKAN


A.    Tujuan Pendidikan
Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal  3,  Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Tujuan Pendidikan MTs adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal  3 tersebut, maka  sosok manusia Indonesia lulusan dari berbagai jenjang pendidikan khusunya di MTs-SA Riyadlul Jannah diharapkan memiliki ciri atau profil, antara lain :
1.    Tumbuh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2.    Tumbuh sikap ber etika (sopan santun dan beradab)
3.    Tumbuh penalaran yang baik (mau belajar, ingin tahu, memiliki inovasi, berinisiatif dan bertanggung jawab).
4.    Tumbuh kemampuan komunikasi sosial (tertib, sadar aturan, dapat bekerjasama dengan teman, dan dapat berkompetisi).
5.    Tumbuh kesadaran untuk menjaga kesehatan badan.
6. Tumbuh lulusan yang berkualitas, berprestasi, berakhlakul karimah, mahir dalam penguasaan kitab kuning dan bertaqwa pada Allah S.W.T.






B.    Visi Dan Misi
Visi pada umumnya dirumuskan dengan kalimat: (1) filosofis, (2) khas, (3) mudah diingat. Berikut ini merupakan visi yang dirumuskan oleh sekolah kami, Madrasah Tsanawiyah Satu Atap Riyadlul Jannah.

Visi  MTs-Sa Riyadlul   Jannah




Kami memilih Visi ini untuk tujuan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Visi ini menjiwai warga sekolah kami untuk selalu mewujudkannya setiap saat dan berkelanjutan dalam mencapai tujuan sekolah.  
Visi tersebut mencerminkan profil dan cita-cita sekolah yang:
a.    berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi peserta didik
b.    sesuai dengan norma dan harapan masyarakat
c.    ingin mencapai keunggulan
d.    mendorong semangat dan komitmen seluruh warga sekolah/madrasah
e.    mendorong adanya perubahan yang lebih baik
f.    mengarahkan langkah-langkah strategis (misi) sekolah/madrasah
Untuk mencapai visi tersebut, perlu dilakukan suatu misi berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas. Berikut ini merupakan misi yang dirumuskan berdasarkan visi di atas.
Misi MTs-Sa Riyadlul Jannah

      Untuk mencapai Visi tersebut di atas, dirumuskan Misi sebagai berikut:
1.    Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif.
2.    Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif bagi seluruh warga sekolah.
3.    Meningkatkan dan mengoptimalkan sarana dan prasarana
4.    Meningkatkan hubungan yang harmonis antar stake holder yang terkait
5.    Menumbuhkan penghayatan terhadap nilai-nlai ajaran agama Islam dan budaya bangsa.
6.     Menghasilkan lulusan yang berkualitas, berprestasi, berakhlakul karimah,mahir dalam penguasaan kitab kuning dan bertaqwa pada Allah S.W.T.


C.    Tujuan Mts-Sa Riyadlul Jannah
Berdasarkan visi dan misi tersebut di atas, tujuan MTs-SA Riyadlul Jannah adalah  sebagai berikut:
1.    Tumbuh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2.    Tumbuh sikap ber etika (sopan santun dan beradab)
3.    Tumbuh penalaran yang baik (mau belajar, ingin tahu, memiliki inovasi, berinisiatif dan bertanggung jawab).
4.    Tumbuh kemampuan komunikasi sosial (tertib, sadar aturan, dapat bekerjasama dengan teman, dan dapat berkompetisi).
5.    Tumbuh kesadaran untuk menjaga kesehatan badan.
6.    Tumbuh lulusan yang berkualitas, berprestasi, berakhlakul karimah, mahir dalam penguasaan kitab kuning dan bertaqwa pada Allah S.W.T.

Tujuan Madrasah tersebut secara bertahap akan dimonitoring, dievaluasi, dan dikendalikan setiap kurun waktu tertentu, untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Madrasah Tsanawiyah yang dibakukan secara nasional, sebagai berikut:
1.    Meyakini, memahami, dan menjalankan ajaran agama yang diyakini dalam kehidupan.
2.    Memahami dan menjalankan hak dan kewajiban untuk berkarya dan memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab.
3.    Berpikir secara logis, kritis, kreatif, inovatif dalam memecahkan masalah, serta berkomunikasi melalui berbagai media.
4.    Menyenangi dan menghargai seni.
5.    Menjalankan pola hidup bersih, bugar, dan sehat.
6.    Berpartisipasi dalam kehidupan sebagai cerminan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan tanah air.


BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A.  Struktur Kurikulum
 Pada struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah berisi  sejumlah mata pelajaran yang harus disampaikan kepada peserta didik.  Mengingat perbedaan individu  sudah barang tentu keluasan dan kedalamannya akan berpengaruh terhadap peserta didik pada setiap satuan pendidikan. Program pendidikan terdiri dari Pendidikan Umum, Pendidikan Kejuruan, dan Pendidikan Khusus. Pendidikan Umum meliputi tingkat satuan pendidikan sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). Pendidikan Kejuruan terdapat pada sekolah menengah kejuruan (SMK).  Pendidikan khusus meliputi sekolah dasar luar biasa(SDLB), sekolah menengah pertama luar biasa(SMPLB), dan sekolah menengah atas luar biasa(SMALB) dan terdiri atas delapan jenis kelainan berdasarkan ketunaan.
Pada program pendidikan di Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan yang setara, jumlah jam mata pelajaran sekurang-kurangnya 42 jam pelajaran setiap minggu. Setiap jam pelajaran lamanya 40 menit.  Jenis program pendidikan di MTs dan yang setara, terdiri dari program umum meliputi sejumlah mata pelajaran yang wajib diikuti seluruh peserta didik, dan program pilihan meliputi mata pelajaran yang menjadi ciri khas keunggulan daerah berupa mata pelajaran muatan lokal. Mata pelajaran yang wajib diikuti pada program umum berjumlah 11, sementara keberadaan mata pelajaran Muatan Lokal ditentukan oleh kebijakan Depag setempat dan kebutuhan sekolah. 
Pengaturan beban belajar menyesuaikan dengan alokasi waktu yang telah ditentukan dalam struktur kurikulum. Setiap satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping memanfaatkan mata pelajaran lain yang dianggap penting namun tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar  Isi. Dengan adanya tambahan waktu, satuan pendidikan diperkenankan mengadakan penyesuaian-penyesuaian. Misalnya mengadakan program remediasi bagi peserta didik yang belum mencapai standar ketuntasan belajar minimal.

B.  Muatan Kurikulum
Muatan kurikulum SMP/MTs meliputi sejumlah mata pelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas VII sampai dengan Kelas IX. Materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian dari muatan kurikulum.
1.  Mata Pelajaran
Mata pelajaran merupakan materi bahan ajar berdasarkan landasan keilmuan yang akan dibelajarkan kepada peserta didik sebagai beban belajar melalui metode dan pendekatan tertentu.
Pada bagian ini sekolah/madrasah mencantumkan mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri beserta alokasi waktunya yang akan diberikan kepada peserta didik.
Untuk kurikulum SMP dan Madrasah Tsanawiyah, terdiri dari 11 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri yang harus diberikan kepada peserta didik.
Berikut disajikan Struktur Kurikulum MTs-SA Riyadlul Jannah

NO    Komponen    Kelas dan alokasi Waktu per minggu
        VII    VIII    IX
A    Mata Pelajaran           
1    Pendidikan Agama           
    a. Akidah Akhlak    2    2    2
    b. Al-Qur’an Hadist    2    2    2
    c. Fiqih    2    2    2
    d. SKI    2    2    2
2    Pendidikan Kewarganegaraan    2    2    2
3    Bahasa Indonesia    4    4    4
4    Bahasa Inggris    4    4    4
5    Bahasa Arab    3    3    3
6    Matematika    4    4    4
7    Ilmu Pengetahuan Alam    1    1    1
8    Ilmu Pengetahuan Sosial    1    1    1
9    Seni Budaya    2    2    2
10    Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan    2    2    2
11    Teknologi informasi dan Komunikasi    2    2    2
B    Muatan Lokal           
    a. Tahfiz Qur’an    2    2    2
    b. BTQ    1    1    1
C    Pengembangan Diri           
    a. Bimbingan Konseling    1    1    1
    b. Ekstra Kurikuler    1    1    1
JUMLAH    40    40    40
*)       Mulok dapat memilih sesuai kepentingan dan kebutuhan Madrasah masing-masing
-    Bahasa Daerah
-    Pendidikan Lingkungan kehidupan Pedesaan (PLKP)
-    Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) 
-    Pendidikan Keterampilan Jasa dan Perniagaan (PKJP)
-    Praktikum Bahasa Inggris
-    Bimbingan praktek ibadah
-    Kaligrafi Islam
-    Hifzil Qur’an
-    Marawis/ Muhadaroh
-    Dan lain-lain
**)     merupakan mata pelajaran pilihan  dan ekuivalen 2 jam pembelajaran
Madrasah melaksanakan pembelajaran per minggu 40 jam pelajaran secara keseluruhan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi sesuai struktur kurikulum di atas, selanjutnya  perlu juga ditegaskan, bahwa:
-  Alokasi waktu satu jam  pembelajaran adalah 40 menit
-  Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.
   Di madrasah terdapat program intra kurikuler seperti tabel di atas dan juga ekstra kurikuler yang dikembangkan dalam program Pengembangan Diri. Waktu belajar di Madrasah dimulai dari pukul 07.15 pagi hingga pukul 13.20 selama 6 hari dari hari Senin hingga Kamis. Khusus hari jumat selesai pelajaran pukul 11.20, dan dilanjutkan sholat jumat berjamaah. Untuk hari Sabtu dilanjutkan kegiatan pengembangan diri
2.  Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri. Substansi muatan lokal ditentukan oleh sekolah, tidak terbatas pada mata pelajaran seni-budaya dan keterampilan, tetapi juga mata pelajaran lainnya, seperti Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di MTs. Muatan lokal merupakan mata pelajaran, sehingga sekolah harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Sekolah dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester, atau dua mata pelajaran muatan lokal dalam satu tahun.
Muatan lokal yang menjadi ciri khas di lingkungan pondok pesantren MTs-SA Riyadlul Jannah dan diterapkan di sekolah kami adalah:
-    Tahfiz Qur’an
Wajib bagi semua siswa kelas VII hingga kelas IX. Alokasi waktu 2 jam pelajaran/minggu
-    Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ)
Wajib bagi seluruh siswa kelas VII hingga kelas IX. Alokasi waktu 1 jam pelajaran/minggu. Program ini terdiri dari kaligrafi islam,membaca Al-Qur’an dengan lafal.
Berikut ini tabel alokasi waktu untuk mata pelajaran Muatan Lokal yang diselenggarakan MTs-SA Riyadlul Jannah
No    Mata Pelajaran Muatan Lokal    Alokasi Waktu (JP)
        VII    VIII    IX
1    Tahfiz Qur’an    2    2    2
2    Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ)    1    1    1
    JUMLAH    3    3    3

    3.  Kegiatan Pengembangan Diri (Dirinci)
Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri di bawah bimbingan konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan ekstrakurikuler, seperti kepramukaan, kepemimpinan, kelompok seni-budaya, kelompok tim olah raga, dan kelompok ilmiah remaja.
 Pengembangan Diri di sekolah meliputi program berikut
-    Membaca kitab kuning
Dilaksanakan sebagai bagian dari program pembelajaran dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran.
-    Pramuka
-    Paskibra
-    Kesenian (Paduan Suara)
-    Olah raga (Basket, Futsal, Voli)
-    Palang Merah Remaja (PMR)
Pada umumnya, program tersebut dilaksanakan 1 x dalam seminggu pada hari sabtu. Khusus untuk Membaca kitab kuning dilaksanakan tiap hari pada siang hari dalam bentuk Tadarussan,Program Pembiasaan tersebut dilakukan melalui kegiatan Tadarussan dan sholat berjamaah
4.  Pengaturan Beban Belajar
Beban belajar ditentukan berdasarkan penggunaan sistem pengelolaan program pendidikan yang berlaku di sekolah pada umumnya saat ini, yaitu menggunakan sistem Paket. Adapun pengaturan beban belajar pada sistem tersebut sebagai berikut.
a.    Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Pengaturan  alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi.
b.     Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk MTs adalah antara 0% - 50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
c.     Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Untuk kegiatan praktik di sekolah kami, misalnya pada kegiatan praktikum Bahasa Inggris yang berlangsung selama 2 jam pelajaran setara dengan 1 jam pelajaran tatap muka, sesuai yang tertulis pada Struktur Kurikulum MTs

5.  Ketuntasan Belajar
Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Sekolah harus menentukan kriteria ketuntasan minimal sebagai Kri Kreteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan selalu mengusahakan peningkatan kriteria ketuntasan belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.


6.     Kenaikan Kelas dan Kelulusan
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria kenaikan kelas di MTs-SA Riyadlul Jannah berlaku setelah siswa memenuhi persyaratan berikut, yaitu:
a.    Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b.     Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan;
c.    Kenaikan kelas juga mempertimbangkan ketidakhadiran mencapai maksimal 20 % (tanpa keterangan)
d.    Nilai kurang maksimal 2 mata pelajaran, selain Nilai mata pelajaran yang di UN-kan dan  Agama.
Dengan mengacu kepada ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari MTs-SA Riyadlul Jannah setelah memenuhi persyaratan berikut, yaitu:
a.       Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b.     Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;
c.     Lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;
d.    Lulus Ujian Nasional;
e.    Kelulusan juga mempertimbangkan kehadiran di kelas mencapai minimal 80%.

BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN

A.    Kalender Pendidikan
    Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup  permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.
    Setiap permulaan tahun pelajaran, tim penyusun program di sekolah menyusun kalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Pengaturan waktu belajar di sekolah/madrasah mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah/madrasah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.
    Beberapa aspek penting yang menjadi pertimbangan dalam menyusun kalender pendidikan sebagai berikut:
-    Permulaan tahun pelajaran  adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Permulaan tahun pelajaran telah ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.
-    Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran  untuk setiap tahun pelajaran. Sekolah/madrasah dapat mengalokasikan lamanya minggu efektif belajar sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya.
-    Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
-    Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal. Hari libur sekolah/madrasah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan, Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota, dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.
-    Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.
-    Libur jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun.
-    Sekolah/madrasah-sekolah pada daerah tertentu yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.
-    Bagi sekolah/madrasah yang memerlukan kegiatan khusus dapat mengalokasikan waktu secara khusus tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.
Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota.
Berikut adalah Kalender Pendidikan MTs-SA Riyadlul Jannah.